(Gk. Ampbi = dua; Vas = pembuluh) Suatu berkas pembuluh angkut yang tersusun atas xilem dikelilingi oleh floem, merupakan satu tipe pembuluh angkut konsentrik pada jaringan tumbuhan. Xilem adalah pembuluh kayu yang berfungsi mengangkut zat-zat hara yang diserap oleh akar untuk diangkut ke daun. Floem adalah pembuluh tapis atau pembuluh ayak yang berfungsi mengangkut zat-zat hasil fotosintesis di daun untuk diangkut ke seluruh bagian tumbuhan yang membutuhkannya.
Lawannya: amfikribal (amphicribal).
Sabtu, 13 Oktober 2012
AMPHIBIA (AMPHIBIANS; IND. AMFIBI)
(Gk. Ampibi = rangkap dua; Bios = hidup) Suatu kelas dari hewan bertulang belakang (vertebrata) yang daur hidupnya mengalami hidup di dua alam, sehingga ia harus mengalami metamorfosis, yaitu semasa larva hidup di lingkungan air bernapas dengan insang dan bergerak dengan sirip ekornya, dan semasa dewasanya ia menjadi hewan darat bernapas dengan paru-paru dan bergerak dengan kaki jalan yang memiliki selaput renang. Golongan hewan ini mencakup bangsa katak yang tidak berekor (Anura), dan bangsa Cecilia yang berekor hanya tidak berkaki (Apoda), serta golongan amfibi yang berekor dan berkaki adalah banga salamander (Caudata/Urodela)
AMPHIBIA
Golongan amphibia yang bergerak engan ekor
1. Tidak memiliki kaki (paus/podos)
2. Berkaki atau kakinya rudimenter, hanya ekornya berkembang baik (cauda/oura) tampak jelas (delos)
Golongan amphibia yang bergerak dengan kaki berselaput
1. Kaki tumbuh dengan baik; kaki belakang lebih panjang dan ada selaput renang, berguna untuk melompat (salientis)
ADAPTASI
(L. Adaptare = menyesuaikan kepada, mencocokkan diri) Suatu proses penyesuaian diri organisme terhadap lingkungannya, mencakup tiga jenis, yaitu:
1. Adaptasi Morfologis
Suatu jenis adaptasi yang menyangkut perubahan bentuk struktur tubuhnya disesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Misalnya: ikan bergerak dengan sirip, karena alat gerak yang cocok untuk hidup di perairan adalah sirip, sedangkan hewan yang hidup di darat bergerak dengan kaki-kakinya. Pada golongan tumbuhan yang hidup di rawa pantai, memiliki buah/biji yang sudah berakar sebelum jatuh ke lumpur pantai agar dapat terus tumbuh di lingkungan tersebut, seperti golongan Rhizophora (tumbuhan bakau).
2. Adaptasi Fisiologis
Suatu jenis adaptasi menyangkut perubahan kerja faal organ tubuh disesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Misalnya, golongan Amphibia semasa larva yang hidup di air bernapas dengan insang, sedangkan setelah dewasa hidup di darat bernapas dengan paru-paru. Paru-paru mengandung atau terdiri dari jutaan gelombang udara (alveoli), guna menampung oksigen yang dihisap dari udara luar lewat saluran pernapasan. Alveoli yang berselaput tipis ini mengandung kapiler darah sehingga memudahkan difusi oksigen ke dalam kapiler darah, lalu oksigen diikat oleh hemoglobin (Hb) darah:
Hb+O2 = HbO2 untuk diangkat ke seluruh jaringan yang hidup.
Pada tanaman eceng gondok memiliki tangkai daun yang menggelembung berisi rongga udara untuk melancarkan penguapan di samping sebagai alat mengapung di air.
3. Adaptasi Perilaku
Suatu jenis penyesuaian diri pada makhluk ditunjukkan oleh perilakunya disebabkan oleh lingkungan. Contohnya, perubahan warna tubuh bunglon terhadap lingkungan di mana ia berada; bunglon berwarna hijau jika berada di daun-daunan, dan berwarna hitam keabu-abuan jika berada di tanah.
Contoh lainnya, lumba-lumba memiliki kebiasaan meloncat-loncat di atas permukaan air untuk menghirup udara, karena ia bernapas menggunakan paru-paru.
1. Adaptasi Morfologis
Suatu jenis adaptasi yang menyangkut perubahan bentuk struktur tubuhnya disesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Misalnya: ikan bergerak dengan sirip, karena alat gerak yang cocok untuk hidup di perairan adalah sirip, sedangkan hewan yang hidup di darat bergerak dengan kaki-kakinya. Pada golongan tumbuhan yang hidup di rawa pantai, memiliki buah/biji yang sudah berakar sebelum jatuh ke lumpur pantai agar dapat terus tumbuh di lingkungan tersebut, seperti golongan Rhizophora (tumbuhan bakau).
2. Adaptasi Fisiologis
Suatu jenis adaptasi menyangkut perubahan kerja faal organ tubuh disesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Misalnya, golongan Amphibia semasa larva yang hidup di air bernapas dengan insang, sedangkan setelah dewasa hidup di darat bernapas dengan paru-paru. Paru-paru mengandung atau terdiri dari jutaan gelombang udara (alveoli), guna menampung oksigen yang dihisap dari udara luar lewat saluran pernapasan. Alveoli yang berselaput tipis ini mengandung kapiler darah sehingga memudahkan difusi oksigen ke dalam kapiler darah, lalu oksigen diikat oleh hemoglobin (Hb) darah:
Hb+O2 = HbO2 untuk diangkat ke seluruh jaringan yang hidup.
Pada tanaman eceng gondok memiliki tangkai daun yang menggelembung berisi rongga udara untuk melancarkan penguapan di samping sebagai alat mengapung di air.
3. Adaptasi Perilaku
Suatu jenis penyesuaian diri pada makhluk ditunjukkan oleh perilakunya disebabkan oleh lingkungan. Contohnya, perubahan warna tubuh bunglon terhadap lingkungan di mana ia berada; bunglon berwarna hijau jika berada di daun-daunan, dan berwarna hitam keabu-abuan jika berada di tanah.
Contoh lainnya, lumba-lumba memiliki kebiasaan meloncat-loncat di atas permukaan air untuk menghirup udara, karena ia bernapas menggunakan paru-paru.
ABIOGENESIS
(Gk. A = tidak; Bios = hidup; Genesis = kelahiran) Suatu istilah tentang asal-usul kehidupan dibumi yang menyatakan bahwa sesuatu yang menghasilkan zat hidup berasal dari bahan yang tidak hidup, atau sebagai generasi spontaneo, suatu teori yang dimunculkan setelah abad ke-19 yang menyatakan bahwa mikroorganisme atau organisme yang lebih tinggi dapat terjamin dari materi yang tidak hidup. Teori ini didukung oleh Teori Urey (Harold Urey, 1893), Teori Oparin (AI Oparin, 1936), Percobaan Stanley Miller (1953), dan Percobaann Shilly B. Foks.
1. Teori Urey
Harold urey ialah seorang ahli kimia Amerika Serikat yang berpendapat bahwa atmosfer bumi pada suatu saat kaya akan molekul-molekul seperti CH4 (metana), NH3 (ammonia), H2 (hydrogen) dan H2O dalam bentuk gas; adanya energi yang berasal dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis, molekul-molekul tersebut mengadakan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup; zat hidup yang mula-mula ada kira-kira seperti virus sekarang; zat hidup ini setelah berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis organisme.
2. Percobaan Stanley Miller
Seorang murid Urey mencoba menguji teori gurunya dengan membuat model percobaan. Alat yang berupa tabung diisi dengan CH4, NH3, H2O, kemudian campuran gas-gas itu dialirkan melalui suatu labu yang dilengkapi elektroda yang dapat melepaskan bunga api listrik bertegangan tinggi selama seminggu; hasilnya ditemukan beberapa jenis asam amino, yang merupakan zat sangat vital untuk membentuk protoplasma (substansi dasar makhluk hidup); hanya saja zat ini masih belum menunjukkan gejala hidup.
3. Percobaan Shilly B. Foks
Foks berhasil mensintesis beberapa jenis asam amino, kemudian memindahkannya ke suatu tempat persemian, ternyata zat-zat itu ada yang memperlihatkan gejala hidup semacam virus. Dari percobaan virus tembakau, apabila inti virus (asam nukleat virus) dipisahkan dari tubuhnya, maka ia akan mempunyai sifat seperti benda mati; tetapi bila ia dikembalikan, maka sifat-sifat hidup akan muncul kembali; materi inti virus ini sekarang dikenal sebagai DNA (Deoxyribo Nucleic Acid), yaitu suatu materi yang tersusun dari basa-basa nitrogen mengikat gula sederhana yang mengandung gugus posfat.
4. Teori Oparin (1936)
Seorang sarjana Rusia mempunyai pandangan yang sama dengan teori Ureu. Tetapi akibat tidak berhasil membuktikan bahwa reaksi gas-gas metana, ammonia, hydrogen, dan uap air membentuk asam amino, ia merasa bahwa asam amino terbentuk secara alami. Menurutnya, larutan bumi mulanya mempunyai persediaan cukup bahan-bahan organik, kemudian dalam kurun waktu yang lama, bahan-bahan organik berikatan satu sama lainnya, dan terbentuklah selaput-selaput. Gabungan molekul-molekul organik yang memiliki selaput ini memiliki kemampuan mengikat molekul lainnya dan menyatukan diri sehingga terbentuk gabungan molekul baru yang karakteristik. Ikatan atau gabungan kompleks semacam inilah yang diduga merupakan kehidupan yang pertama.
Lawan teori Abiogenesis adalah teori Biogenesis
1. Teori Urey
Harold urey ialah seorang ahli kimia Amerika Serikat yang berpendapat bahwa atmosfer bumi pada suatu saat kaya akan molekul-molekul seperti CH4 (metana), NH3 (ammonia), H2 (hydrogen) dan H2O dalam bentuk gas; adanya energi yang berasal dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis, molekul-molekul tersebut mengadakan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup; zat hidup yang mula-mula ada kira-kira seperti virus sekarang; zat hidup ini setelah berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis organisme.
2. Percobaan Stanley Miller
Seorang murid Urey mencoba menguji teori gurunya dengan membuat model percobaan. Alat yang berupa tabung diisi dengan CH4, NH3, H2O, kemudian campuran gas-gas itu dialirkan melalui suatu labu yang dilengkapi elektroda yang dapat melepaskan bunga api listrik bertegangan tinggi selama seminggu; hasilnya ditemukan beberapa jenis asam amino, yang merupakan zat sangat vital untuk membentuk protoplasma (substansi dasar makhluk hidup); hanya saja zat ini masih belum menunjukkan gejala hidup.
3. Percobaan Shilly B. Foks
Foks berhasil mensintesis beberapa jenis asam amino, kemudian memindahkannya ke suatu tempat persemian, ternyata zat-zat itu ada yang memperlihatkan gejala hidup semacam virus. Dari percobaan virus tembakau, apabila inti virus (asam nukleat virus) dipisahkan dari tubuhnya, maka ia akan mempunyai sifat seperti benda mati; tetapi bila ia dikembalikan, maka sifat-sifat hidup akan muncul kembali; materi inti virus ini sekarang dikenal sebagai DNA (Deoxyribo Nucleic Acid), yaitu suatu materi yang tersusun dari basa-basa nitrogen mengikat gula sederhana yang mengandung gugus posfat.
4. Teori Oparin (1936)
Seorang sarjana Rusia mempunyai pandangan yang sama dengan teori Ureu. Tetapi akibat tidak berhasil membuktikan bahwa reaksi gas-gas metana, ammonia, hydrogen, dan uap air membentuk asam amino, ia merasa bahwa asam amino terbentuk secara alami. Menurutnya, larutan bumi mulanya mempunyai persediaan cukup bahan-bahan organik, kemudian dalam kurun waktu yang lama, bahan-bahan organik berikatan satu sama lainnya, dan terbentuklah selaput-selaput. Gabungan molekul-molekul organik yang memiliki selaput ini memiliki kemampuan mengikat molekul lainnya dan menyatukan diri sehingga terbentuk gabungan molekul baru yang karakteristik. Ikatan atau gabungan kompleks semacam inilah yang diduga merupakan kehidupan yang pertama.
Lawan teori Abiogenesis adalah teori Biogenesis
Jumat, 12 Oktober 2012
Alasan Kita Memerlukan Besaran dan Satuan
Ketika kamu akan pergi ke sekolah dan agar kita tidak terlambat, tentu saja kamu harus memperhitungkan jarak dari rumah ke sekolah dan berapa lamanya di perjalanan. Jarak dari rumah ke sekolah itu merupakan salah satu besaran, yakni besaran panjang. Sedangkan lamanya diperjalanan merupakan contoh besaran yang lain, yakni besaran waktu. Kedua besaran yang berbeda tersebut haruslah mempunyai satuan yang berbeda pula. Besaran panjang satuannya bisa centi meter, meter, kilo meter, dan seterusnya. Besaran waktu satuannya bisa jam, menit, detik, ataupun hari, minggu, bulan dan seterusnya. Karena banyaknya satuan untuk satu besaran yang sama tersebut, maka digunakanlah suatu standar yang disebut satuan Standar Internasional (SI).
Selain besaran panjang dan waktu, dalam fisika dikenal pula besaran-besaran lainnya, yaitu : Massa, temperatur, kuat arus, dan intensitas cahaya. Besaran-besaran fisika beserta beserta satuannya dalam SI, adalah sebagai berikut :
1. Panjang = meter (m)
2. Waktu = sekon (s)
3. Massa = kilogram (kg)
4. Temperatur = Kelvin (K)
5. Arus Listrik = Ampere (A)
6. Intensitas cahaya = Candela (Cd)
Besaran-besaran di atas, disebut dengan besaran pokok.
Besaran-besaran pokok tersebut dapat diukur dengan menggunakan alat yang memiliki fungsi berbeda-beda, contohnya:
1. Penggaris, alat pengukur panjang dengan satuan centimeter.
2. Stopwach, alat pengukur waktu dengan satuan sekon.
3. Timbangan, alat pengukur massa dengan satuan kilogram.
4. Termometer, alat pengukur temperatur dengan satuan Kelvin.
5. Amperemeter, alat pengukur arus listrik dengan satuan Ampere.
6. Lightmeter, alat pengukur cahaya dengan satuan candela.
Selain besaran panjang dan waktu, dalam fisika dikenal pula besaran-besaran lainnya, yaitu : Massa, temperatur, kuat arus, dan intensitas cahaya. Besaran-besaran fisika beserta beserta satuannya dalam SI, adalah sebagai berikut :
1. Panjang = meter (m)
2. Waktu = sekon (s)
3. Massa = kilogram (kg)
4. Temperatur = Kelvin (K)
5. Arus Listrik = Ampere (A)
6. Intensitas cahaya = Candela (Cd)
Besaran-besaran di atas, disebut dengan besaran pokok.
Besaran-besaran pokok tersebut dapat diukur dengan menggunakan alat yang memiliki fungsi berbeda-beda, contohnya:
1. Penggaris, alat pengukur panjang dengan satuan centimeter.
2. Stopwach, alat pengukur waktu dengan satuan sekon.
3. Timbangan, alat pengukur massa dengan satuan kilogram.
4. Termometer, alat pengukur temperatur dengan satuan Kelvin.
5. Amperemeter, alat pengukur arus listrik dengan satuan Ampere.
6. Lightmeter, alat pengukur cahaya dengan satuan candela.
Yang dipelajari dalam Fisika
Ilmu Fisika mempelajari gejala-gejala yang terjadi di alam seperti mengapa titik didih air berbeda-beda pada setiap ketinggian yang berbeda, bagaimana terjadinya siang dan malam, mengapa terjadi gempa, mengapa katrol dapat mempermudah pekerjaan menarik beban, mengapa air membeku, menguap, mendidih, dan sebagainya.
Dalam pelajaran Fisika, dipelajari pula tentang berbagai satuan yang digunakan untuk menyatakan besaran fisik, seperti massa, volume, waktu, panjang, dan lain-lain.
Dalam pelajaran Fisika, dipelajari pula tentang berbagai satuan yang digunakan untuk menyatakan besaran fisik, seperti massa, volume, waktu, panjang, dan lain-lain.
Alasan Kita Harus Belajar IPA
Gejala-gejala yang terjadi di alam dipelajari dalam IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Apa sajakah gejala alam itu ? Air mendidih bila dipanaskan, besi berkarat bila dibiarkan lama. Manusia,hewan,dan tumbuhan tumbuh dan beranak pihak, makanan berubah menjadi energi dalam tubuh manusia, terjadinya siang dan malam, dan semua perubahan lain di alam dipelajari dalam IPA.
Kalau begitu banyak sekali yang harus dipelajari dalam IPA .............
Ya, memang demikian . Oleh karena itu, untuk memudahkan mempelajarinya, IPA dibagi menjadi bidang ilmu yang lebih khusus lagi, yaitu Ilmu Fisika, Ilmu Biologi dan Ilmu Kimia.
Kalau begitu banyak sekali yang harus dipelajari dalam IPA .............
Ya, memang demikian . Oleh karena itu, untuk memudahkan mempelajarinya, IPA dibagi menjadi bidang ilmu yang lebih khusus lagi, yaitu Ilmu Fisika, Ilmu Biologi dan Ilmu Kimia.
Langganan:
Postingan (Atom)